Kurikulum Pendidikan 2013 Dinilai Abaikan Amanah UUD 1945


Anggota Komisi X DPR Ahmad Zainuddin mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam upaya melaksanakan pendidikan bagi warga negaranya. Menurutnya, kurikulum 2013 tidak dapat menyelesaikan akar persoalan pendidikan nasional dan bertentangan dengan UUD 1945 bila tidak merealisasikan tujuan pendidikan nasional yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Zainuddin menanggapi penjelasan Mendikbud M Nuh dalam raker dengan Komisi X bahwa ciri kurikulum 2013, khususnya untuk SD, adalah bersifat tematik integratif. Dalam pendekatan ini mata pelajaran IPA dan IPS sebagai materi pembahasan pada semua pelajaran, yaitu dua mata pelajaran itu akan diintegrasikan kedalam semua mata pelajaran. Mendikbud juga menjelaskan, bahwa sampai saat ini masih ada tiga alternatif struktur kurikulum pada tingkat SD, yang intinya adalah mengenai kemungkinan integrasi IPA dan IPS ke semua mata pelajaran atau memasukkan mata pelajaran IPA dan IPS yang dimulai pada kelas IV atau di kelas V. Selain itu, dalam kurikulum 2013 kompetensi lulusan yang diharapkan harus lengkap mencakup aspek-aspek karakter mulia, keterampilan yang relevan, dan pengetahuan-pengetahuan yang memadai.

Menurut Zainuddin, kurikulum yang ada selama ini lebih cenderung pada pencapaian nilai kognitif dan psikomotorik siswa saja. Sedang implementasi pelajaran agama yang hanya dua jam seminggu dan juga pelaksanaan pendidikan karakter kepada siswa untuk nilai afektifnya bisa dibilang gagal disebabkan pendidikan akhlak mulia ini terabaikan dalam struktur kurikulum.

Seperti diketahui, UUD 45 Pasal 31 telah menggariskan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun pada kenyataannya, Zainuddin sangat menyayangkan dalam rancangan kurikulum 2013 ini tidak terintegrasinya pendidikan agama ke dalam semua mata pelajaran. “Itu bukan integrasi dan holistic namanya kalau hanya pelajaran IPA dan IPS saja yang terintegrasi dengan mata pelajaran lain,” ujar Zainuddin dalam rilisnya, Kamis (22/11).

“Bagaimana bisa kompetensi lulusan yang diharapkan dapat memiliki aspek karakter mulia jika pendidikan agama tidak terintegrasi ke dalam semua mata pelajaran,” tambahnya.

Zainuddin menjelaskan, pengintegrasian IPA dan IPS ke dalam semua mata pelajaran hanya akan menghasilkan kompetensi siswa yang mencakup nilai kognitif dan keterampilan. Untuk itu, politisi PKS ini mendesak pemerintah untuk mengintegrasikan pendidikan agama ke dalam semua mata pelajaran. “Karena dengan demikian ; diharapkan pendidikan karakter dan akhlak mulia dapat menjadi ruh yang diajarkan pada semua mata pelajaran,” pungkasnya.

Bookmark the permalink.
loading comments...